Waduh, Rugi Garuda Terus Membengkak Jadi Rp 62 Triliun

Kamis, 14 Juli 2022 15:41 WIB

Share
Ilustrasi Penerbangan Maskapai Garuda Indonesia. (Foto/Ist)
Ilustrasi Penerbangan Maskapai Garuda Indonesia. (Foto/Ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Performance kinerja keuangan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) masih rapor merah di tahun 2021. Emite berpelat merah itu membukukan rugi usaha tahun 2022 sebesar 2,20 miliar USD.

Dalam keterangan rilis yang diterima, rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk di 2021, GIAA mencatatkan nilai sebesar 4,15 miliar USD atau hampir Rp 62 triliun, melonjak 70 persen dari tahun 2020 yang sebesar 2,44 miliar USD atau sekitar Rp 36,4 triliun. 


Selain itu, perseroan membukukan pendapatan usaha sebanyak 1,33 miliar USD atau turun dari tahun sebelumnya dengan raihan 1,49 miliar USD.

Total pendapatan GIAA pada tahun 2021 didapat dari penerbangan berjadwal US 1,04 miliar, pendapatan tidak berjadwal 88 juta USD, dan pendapatan lain-lain 207 juta USD. 


Sebelumnya direktur utama GIAA, Irfan Setiaputra pernah mengatakan, pemulihan kinerja diproyeksikan akan lebih cepat sejalan dengan pengesahan persetujuan terhadap rencana perdamaian oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta.

“Pengesahan persetujuan terhadap rencana perdamaian itu menjadi tonggak sejarah baru bagi langkah fundamental Garuda dalam menjalankan misi restrukturisasi untuk menjadi entitas bisnis yang semakin sustain dan berdaya saing,” ujarnya. (CR04)
 

Reporter: Muhidin
Editor: Muhidin
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar