Roy Suryo Hari ini Kembali Dicecar Penyidik Polda Metro, Soal Video Viral Ikut Touring Komunitas kah? 

Jumat, 5 Agustus 2022 08:52 WIB

Share
Roy Suryo tertangkap kamera tengah berswafoto dengan komunitas otomotif meski telah menjadi tersangka kasus dugaan penistaan agama. (Foto: Ist)
Roy Suryo tertangkap kamera tengah berswafoto dengan komunitas otomotif meski telah menjadi tersangka kasus dugaan penistaan agama. (Foto: Ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya, kembali mengagendakan pemanggilan pemeriksaan terhadap mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Roy Suryo yang sebelumnya resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan kasus penistaan agama.

Terkait pemeriksaan tersebut, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan menjelaskan, bahwa pemanggilan Roy Suryo hari ini, ialah dalam rangka meminta keterangan tambahan, bukan karena disebabkan oleh masifnya pemberitaan terkait video viral dirinya yang sempat mengikuti touring dengan komunitas otomotif.


"Seperti yang sudah disampaikan, tentunya penyidik bekerja sesuai koridor hukum. Jadi pemeriksaan ini adalah untuk meminta keterangan tambahan, bukan karena berita video viral. Itu (berita) gak ada kaitannya, kami bekerja sesuai proses hukum," kata Zulpan saat dihubungi, Jumat (5/8/2022).

"Jadi, penyidik memanggil karena masih memerlukan keterangan tambahan dari yang bersangkutan. Jadi bukan karena ada desakan publik karena video viral (Roy Suryo kelayapan) itu ya, tentunya Polri bekerja berdasarkan fakta hukum," sambungnya.

Sebelumnya diberitakan, beredarnya video Roy Suryo yang tengah berswafoto bersama komunitas otomotif pada beberapa waktu lalu, direspons oleh pihak perwakilan Umat Buddha yang sebelumnya telah melaporkan pakar telematika tersebut atas dugaan kasus penistaan agama.


Kuasa hukum perwakilan umat Buddha, Herna Suntana mengaku kecewa atas sikap Roy Suryo yang seperti demikian. Pasalnya, Roy Suryo telah ditetapkan sebagai tersangka atas unggahan meme patung Buddha yang diedit mirip wajah Presiden Jokowi.

"Tentu kami sangat kecewa. Sebagai seorang yang pernah menjadi menteri seharusnya beliau tidak melakukan hal tersebut, dan sepatutnya menghargai proses hukum yang berlaku," ujar Herna dalam jumpa pers di kawasan SCBD Jakarta Selatan, Rabu (3/8/2022).

Herna melanjutkan, sesaat pihaknya melihat politikus partai Demokrat itu yang jatuh sakit pascadiperiksa kepolisian, ia mengaku merasa iba akan kondisi Roy Suryo.

Bahkan, ungkapnya, ia sempat ditegur oleh pemuka agama Buddha akan kondisi Roy Suryo yang semakin memprihatinkan dengan terpasang alat penyangga leher (cervical collar).


"Jadi datang sehat, tetapi keluar pakai kursi roda. Kemudian di panggilan kedua sudah pakai penyangga leher, tambah kasihan kita. Ya udah kita pikir mungkin dalam kondisi sakit, dan kita hormati penyidik yang saat itu tidak melakukan penahanan," paparnya.

Halaman
Reporter: Muhidin
Editor: Muhidin
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar