Menengahi Antara Kelompok Islam Radikal dan Islamofobia, Ini yang Dilakukan Wapres Ma'ruf Amin

Sabtu, 6 Agustus 2022 17:03 WIB

Share
Wapres KH Ma'ruf Amin saat memberikan keterangan di acara Islamic Book Fair 2022.(Foto: Agus Johara )
Wapres KH Ma'ruf Amin saat memberikan keterangan di acara Islamic Book Fair 2022.(Foto: Agus Johara )

JAKARTA POSKOTA.CO.ID - Wakil Presiden (Wapres) KH Ma'ruf Amin menegaskan, salah satu tantangan yang dihadapi umat Islam dewasa ini adalah  bagaimana memberi pencerahan kepada kelompok-kelompok yang keliru dalam memahami ajaran Islam.
       
"Termasuk kepada orang-orang yang terjangkit Islamofobia (anti Islam)," terang Wapres saat memberikan keterangan usai meninjau Islamic Book Fair 2022 dan menghadiri Diskusi Panel yang diselenggarakan oleh Majelis Hukama Al-Muslimin di Hall A Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, Jumat (05/08/2022).
      
Dalam kesempatan itu hadir salah satu Tokoh Pendiri Majelis Hukama Al-Muslimin Quraish Shihab, Anggota Eksekutif Majelis Hukama Al-Muslimin Muhammad Zainul Majdi (Tuan Guru Bajang), mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin, serta Sekretaris Jenderal Majma’ Al-Buhuts Al-Islamiyah (Lembaga Riset Universitas Al-Azhar Mesir) Nazhir Ayyad. 
         
"Oleh sebab itu, kehadiran Islamic Book Fair 2022 diharapkan akan meningkatkan literasi masyarakat tentang Islam yang lebih mendalam," terang Wapres saat memberikan keterangan pers usai meninjau Islamic Book Fair 2022 dan menghadiri Diskusi Panel yang diselenggarakan oleh Majelis Hukama Al-Muslimin di Hall A Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, Jumat (05/08/2022).

       
"Kita ingin mendorong melalui Book Fair ini minat baca (masyarakat) makin terangsang dan pengetahuan tentang Islam dari berbagai sudut semakin dikuasai,” ungkap Wapres. 
       
Wapres menuturkan bahwa selain tantangan Islamofobia dari kalangan masyarakat di luar Islam, tantangan lain juga muncul dari kalangan umat Islam sendiri yakni adanya umat yang memahami ajaran Islam secara ekstrem.  
        
"Jadi ada dua sisi sebenarnya, di satu sisi ada (penganut) Islam yang ekstrem, (dan) di sisi lainnya juga ada anti Islam atau Islamofobia,” ujarnya.
       
Untuk itu, Wapres meyakini bahwa penyebaran buku-buku tentang Islam melalui Islamic Book Fair kali ini akan mampu mengatasi kedua tantangan tersebut.  

      
"(Penganut ajaran) Islam yang ekstrem berlebihan bisa tercerahkan, Islamofobia juga hilang karena memahami Islam yang sebenarnya,” harapnya.
       
Wapres juga mengharapkan penyelenggaraan Islamic Book Fair 2022 ini menjadi salah satu wahana untuk mengembangkan pemahaman Islam yang moderat (wasathi).
      
"Pengembangan Islam wasathi itu kita bangun (juga) melalui sinergi antara pemerintah dengan ormas-ormas Islam seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, dan ormas-ormas lain,” ungkapnya.
      
Bahkan, kata Wapres, MUI sendiri menginisiasi adanya pusat dakwah Islam yang menyatu antara ormas-ormas Islam dengan berbagai instansi pemerintah, untuk melakukan gerakan yang lebih masif dalam menyebarkan pemahaman Islam yang moderat.  

(Agus Johara)


 

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar