Pencopotan CCTV di Rumah Irjen Ferdy Sambo, Mahfud MD Sebut Bisa Kena Sanksi Pidana

Minggu, 7 Agustus 2022 16:32 WIB

Share
Menko Polhukam Mahfud MD dan Irjen Ferdy Sambo. (Kolase Ist)
Menko Polhukam Mahfud MD dan Irjen Ferdy Sambo. (Kolase Ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pencopotan kamera pengawas atau CCTV yang diduga dilakukan Irjen Ferdy Sambo dalam peristiwa kematian Brigadir J bisa dipidana.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD.

"Pencopotan CCTV itu bisa masuk ranah etik dan bisa masuk ranah pidana. Bisa masuk dua-duanya," kata Mahfud, Minggu, (7/8/2022).


"Namun sekaligus juga bisa pelanggaran pidana karena 'obstraction of justice' dan lain-lain," tambah Mahfud.

Dijelaskan, sanksi pelanggaran etik hanya diusut Komisi Disiplin dengan sanksi pemecatan, penurunan pangkat, teguran dan lainnya.

Sementara peradilan diputus oleh hakim berupa pidana seperti masuk penjara, hukuman mati, pidana seumur hidup, perampasan harta hasil tindak pidana, dan lain-lain.


Sebagaimana diketahui, saat ini Irjen Ferdy Sambo tengah ditempatkan di ruangan khusus di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Mantan Kadiv Propam Polri itu akan menjalani masa penempatan di sana selama 30 hari ke depan.

Dia ditempatkan karena diduga melakukan pelanggaran prosedur dalam penanganan kasus kematian Brigadir J. (*)
 

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar