Presiden Sedih Masih Ada WNI Sakit Berobat ke Luar Negeri, Dalam Setahun Uang Keluar Capai Rp 110 Triliun

Selasa, 9 Agustus 2022 17:52 WIB

Share
Presiden Sedih Masih Ada WNI Sakit Berobat ke Luar Negeri, Dalam Setahun Uang Keluar Capai Rp 110 Triliun
Presiden Joko Widodo saat meresmikan Tower A dan B RSUD dr. Soedarso di Kota Pontianak. (biro pers)

JAKARTA POSKOTA.CO.ID - Presiden Joko Widodo mengaku sedih ketika ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang sakit kemudian berobat ke luar negeri. Uang yang keluar dalam setahun bisa mencapai Rp 110 triliun untuk pengobatan tersebut.
        
"Saya itu paling sedih kalau mendengar ada warga negara kita yang sakit kemudian perginya ke luar negeri, ke Malaysia, ke Singapura, ada yang ke Jepang, ke Amerika," tutur Jokowi
      
Fakta itu disampaikan Kepala Negara saat meninjau sekaligus meresmikan Tower A dan B RSUD dr. Soedarso di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, pada Selasa (9/8/2022). 
      
"Khusus untuk Kalimantan Barat saya mendengar banyak sekali yang ke Kuching. Berapa outflow kita? Uang yang keluar untuk membiayai yang sakit dan ke luar negeri, lebih dari Rp 110 triliun setiap tahunnya," ucap Jokowi.

      
Presiden juga menyayangkan apabila masyarakat di Tanah Air, dalam hal ini Kalimantan Barat, masih melakukan pengobatan ke luar negeri.
       
Untuk itu, lanjut Jokowi, saat Gubernur Kalimantan Barat meminta bantuan dari pemerintah pusat dalam pembangunan tower baru RSUD dr. Soedarso, pemerintah pusat menyanggupinya.
       
Presiden meyakini bahwa RSUD dr. Soedarso yang memiliki luas tanah 26,63 hektare tersebut memiliki fasilitas modern yang mampu melayani dan menangani kasus-kasus atau penyakit yang ada di masyarakat. Dengan demikian, diharapkan masyarakat di Kalimantan Barat tidak perlu pergi ke luar negeri untuk berobat.
       
"(Pembangunan) habis Rp 205 miliar, alkesnya juga kurang lebih Rp200-an miliar, ini yang namanya gotong royong untuk menyelesaikan tadi uang yang harus keluar karena tidak siapnya rumah sakit kita," tandasnya.

       
Presiden mengungkapkan tadi dicek, ada 277 tempat tidur, cek ruang operasi, cek ICU semuanya dilihat, sudah super modern. "Sebab itu, saya jadi ingatkan enggak usah (berobat) ke luar (negeri), di sini sudah cukup untuk menangani kasus-kasus yang ada," ujar Presiden.
       
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji mengatakan bahwa rumah sakit tersebut tidak akan dikategorikan berdasarkan kelas, melainkan penanganan jenis penyakit setiap pasien.
       
Turut mendampingi Presiden dan Ibu Iriana Joko Widodo dalam acara tersebut antara lain Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri PUPR Basuki Hadimudjono, dan Direktur RSUD dr. Soedarso drg. Yuliastuti Saripawan. 
(Agus Johara)

 

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar