Upaya Pemindahan Ibu Kota ke IKN Berdampak Positif, Jakarta Tak jadi Tenggelam di Tahun 2050

Selasa, 9 Agustus 2022 17:58 WIB

Share
Upaya Pemindahan Ibu Kota ke IKN Berdampak Positif, Jakarta Tak jadi Tenggelam di Tahun 2050
Ilustrasi Ibu kota baru Nusantara ([email protected]_nuarta)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria atau biasa disapa Ariza angkat bicara soal keputusan pemerintah pusat terkait permindahan Ibu Kota Negara (IKN) dari Jakarta ke Kalimantan.

Pasalnya, dikatakan Ariza, banyak warga DKI yang pindah ke Ibu Kota Negara (IKN), Nusantara, Kalimantan dipastikan dapat mengurangi penggunaan air tanah yang dipakai warga.

Hal tersebut pun dijelaskan Ariza, akan berpengaruh besar dalam upaya penanggulangan Jakarta tenggelam pada 2050 nanti. 

"Ya tentu cukup banyak karena kan terjadi pergesaran jumlah warga yang ada di Jakarta ke IKN (ibu kota negara). Itu terjadi pengurangan," ujar Riza di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa, 9 Agustus 2022.

Nantinya, lanjut dia, penggunaan air di kawasan industri dan kantor kementerian akan berkurang signifikan menyusul para pegawainya sebagian besar hengkang ke Kalimantan. 

"Perkantoran pusat kan berpindah, Perkantoran pusat kan membutuhkan air yang tidak sedikit selama ini. Warga yang selama ini tinggal di Jakarta yang PNS yang berkantor di Jakarta selama ini, tinggal di Jakarta, tentu punya pengaruh yang cukup baik," kata Ariza.

Mantan Legislator Senayan ini pun mengakui, langkah pemerintah pusat memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan, salah satu tujuannya untuk mengurangi penggunaan air tanah. 

"Salah satu tujuannya memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur, di antaranya adalah mengurangi beban DKI Jakarta. Termasuk beban adanya penurunan muka air tanah," jelas Ariza.

Sebelumnya, Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin mengatakan, wilayah Jakarta terutama di utara diprediksi akan tenggelam pada tahun 2050, karena tingginya penggunaan air tanah oleh warga ibu kota. 

"Prediksinya di tahun 2050, diprediksikan 90 persen dari wilayah Jakarta, terutama di bagian utara itu akan bisa juga kemudian tenggelam," kata Arief Nasrudin saat acara diskusi, Senin 8 Agustus 2022 lalu.
 
Menurut Arief, penggunaan air tanah di DKI yang tergolong cukup tinggi memicu land sinking atau penurunan permukaan tanah.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar