Berikan Obat Kadaluarsa ke Balita, Dinkes Kota Tangerang Meracuni Masyarakat, DPRD: Norak, Pelanggaran Berat!

Rabu, 10 Agustus 2022 17:09 WIB

Share
Berikan Obat Kadaluarsa ke Balita, Dinkes Kota Tangerang Meracuni Masyarakat, DPRD: Norak, Pelanggaran Berat!
Balita korban pemberian obat kadaluarsa. (Foto: M.Iqbal)

TANGERANG, POSKOTA.CO.ID - Terdapat obat kadaluarsa yang diedarkan untuk pereda panas bagi bayi di bawah lima tahun atau balita membuat geram berbagai pihak. Salah satunya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang.

Saiful Milah Anggota Komisi 2 DPRD Kota Tangerang menyebut adanya kejadian yang terjadi di wilayah Kelurahan Pondok Pucung, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang tidak bisa dibiarkan.

"Gak boleh itu, sama aja meracunin masyarakat. Kerena pasti ada efeknya, jangankan Balita, apalagi obat, bisa beracun. Itu pelanggaran berat itu pemerintah, norak," sebutnya, Rabu (10/8/2022).

Dia  mengatakan, pemberi obat itu harus dilakukan tindakan tegas. Apalagi kejadian serupa pernah terjadi di Kota Tangerang.

"Demi kehati-hatian. Harusnya satu bulan menjelang Kadaluarsa harus sudah ditarik. Beri masyarakat hal yang terbaik. Gak boleh barang kadaluwarsa," ujarnya.

Atas kejadian ini, kata Saiful Milah, Komisi II DPRD Kota Tangerang berencana akan memanggil Dinas Kesehatan Kota Tangerang.

"Pelanggan berat, norak itu namanya, nanti saya telepon. Hal apapun, barang kadaluwarsa itu udah gak boleh. Buat apa ada catatan expired, tidak ada toleransi untuk expired itu. Jelas itu jadi catatan buruk untuk Dinkes, khususnya pelayanan masyarakat, khususnya divisi yang membidangi puskesmas," ujarnya.

"Itu kan pusat kesehatan masyarakat Puskesmas, masa dikasih obat yang sudah kadaluarsa. Jangan banding bandingkan, jangan membela diri deh pemerintah, expired itu gak boleh. Gak ada toleransi kita akan panggil Dinkes itu. Nanti saya komunikasikan," tutupnya. 

Sementar itu saat dihubungi Poskota Kepala Puskesmas Pedurenan dr Andita belum dapat berkomentar banyak.

"Mohon maaf. sedang kami klarifikasi lebih lanjut, karena posisi saya juga tidak di Puskesmas," singkat dia.
(Muhammad Iqbal)
 

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar