Habiskan 69 Miliar Pembangunannya, Kini KPK Punya Gudang Penyimpanan Barang Sitaan dan Rampasan dari Para Koruptor

Rabu, 10 Agustus 2022 17:57 WIB

Share
Ketua KPK, Firli Bahuri.(Foto: Ahmad Tri Hawaari)
Ketua KPK, Firli Bahuri.(Foto: Ahmad Tri Hawaari)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini memiliki Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) baru yang akan difungsikan sebagai gudang untuk menyimpan barang hasil sitaan dan rampasan kasus korupsi.

Adapun gedung Rupbasan baru milik lembaga antirasuah itu terletak di Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur, dengan total anggaran yang digunakan mencapai hingga lebih dari Rp 60 miliar.

Ketua KPK, Firli Bahuri menjelaskan, pada awalnya gedung Rupbasan baru KPK ini diperkirakan akan menghabiskan anggaran sebanyak Rp 78 miliar. Namun, usai rampung, ternyata Rupbasan ini hanya menghabiskan anggaran sebanyak Rp 65 miliar.

"Gedung ini atau Rupbasan rencana anggaran dibutuhkan Rp 78 miliar. Tapi, dalam perjalanannya kita bisa menghemat menjadi Rp 65 miliar," kata Firli dalam peresmian Rupbasan baru KPK, Rabu (10/8/2022).

Nantinya, ucap Firli, gedung Rupbasan ini juga dapat digunakan oleh instansi penegak hukum lainnya, asalkan barang sitaan atau rampasan yang bakal dititiplan masih memiliki keterkaitan dengan kasus korupsi.

"Kita berharap dengan peresmian ini maka benda sitaan dan rampasan tetap terjaga, kualitasnya tetap terjamin, dan nilai jualnya tetap bisa dipertahankan," ujar dia.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjend) KPK, Cahya Harefa menjelaskan asal muasal dari gedung Rupbasan milik KPK ini. Cahya membeberkan, gedung tersebut sebelumnya merupakan aset milik bekas Ketua DPRD Bangkalan yang juga terpidana kasus rasuah.

Namun, karena aset tersebut telah disita dan dihibahkan ke negara. Maka, aset tersebut dialihfungsikan untuk menjadi gudang Rupbasan KPK guna memenuhi space tempat.

"Dalam rangka pemulihan aset hasil tipikor secara optimal, efisien, dan akuntabel. KPK membutuhkan gedung fungsional untuk penyimpanan barang sitaan dan rampasan atas perkara tipikor yang ditangani KPK serta untuk penyimpanan arsip penindakan KPK," terang Cahya.

Adapun Pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri bergarap agar ke depannya gudang Rupbasan baru itu bisa dimaksimalkan penggunaannya dalam memelihara dan menjaga barang hasil sitaan dan rampasan kasus korupsi. Sehingga barang-barang tersebut dapat dilelang dengan harga yang cukup tinggi.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar