Demi Keselamatan, Polres Lebak Pasang Spanduk Imbauan Bengkel Tidak Menerima Modifikasi Odong-odong  

Kamis, 11 Agustus 2022 09:17 WIB

Share
Anggota Satlantas Polres Lebak saat memasang spanduk imbauan bengkel tidak menerima modifikasi odong-odong. (Foto: Ist)
Anggota Satlantas Polres Lebak saat memasang spanduk imbauan bengkel tidak menerima modifikasi odong-odong. (Foto: Ist)

LEBAK, POSKOTA.CO.ID - Jajaran Satuan Polisi Lalulintas (Satlantas) Polres Lebak, memasang imbauan atau peringatan di tiap bengkel atau tempat modifikasi mobil dalam memberantas kendaraan odong-odong.

Imbauan tersebut berupa pemasangan pamflet atau spanduk di tiap bengkel mobil dengan tulisan dalam spanduk tersebut "Bengkel ini tidak menerima modifikasi odong-odong".


Kasat Lantas Polres Lebak, AKP Kresna Aji Perkasa mengatakan, kendaraan odong-odong pada umumnya hasil modifikasi dari kendaraan umum, yang melanggar Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan. Serta peraturan pemerintah nomor 35 tahun 2012 tentang kendaraan.

Jadi, lanjut dia, upaya dalam mencegah adanya odong-odong beroperasi di jalan raya, pihaknya telah memasang imbauan di tiap bengkel mobil untuk tidak menerima modifikasi odong-odong.

"Pelarangan pengoperasian odong-odong di jalan raya demi keamanan dan keselamatan berlalu lintas. Baik bagi pengemudi maupun penumpangnya," ungkapnya, Kamis (11/8/2022).


Pihaknya pun memberikan arahan dan pembinaan kepada pemilik bengkel kendaraan mobil, untuk tidak menjual suku cadang yang tidak sesuai dengan standar keamanan dan memberikan edukasi kepada pelanggan tentang bahayanya perubahan rancang bangun kendaraan bermotor.

"Dalam penyuluhan dan pembinaan, para petugas memasang spanduk larangan di lokasi bengkel-bengkel," ujarnya.

Menurutnya, kendaraan odong-odong yang dioperasikan sebagai kendaraan rekreasi itu sudah mengalami perubahan bentuk dari yang semula. Seperti dari kendaraan angkutan umum yang biasa hanya mengangkut penumpang dengan kapasitas rendah, tapi setelah jadi odong-odong bisa mengangkut muatan 15 sampai 20 orang.


Selain itu lanjut kasat kantas, masing-masing tempat duduk tidak ada pengamannya yang benar-benar safety. Maka saat dioperasikan di jalan raya sangat berbahaya. Untuk itu, pihaknya kembali mengingatkan agar odong-odong tidak boleh beroperasi di jalan raya.

"Memang sarana rekreasi yang murah. Tapi spesifikasi kendaraan tidak sesuai dan keselamatan bagi penumpang tidak ada. Terlebih muatan dalam odong-odong itu rata-rata anak di bawah umur," tandasnya. (Samsul Fatoni)

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar