Tenaga Honorer Dihapus 2023, DPR: Imbasnya Kriminalitas Bakal Meningkat

Jumat, 12 Agustus 2022 15:01 WIB

Share
Dok guru honorer di DKI saat demo beberapa waktu lalu. (Foto: Ist)
Dok guru honorer di DKI saat demo beberapa waktu lalu. (Foto: Ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher angkat bicara terkait pemerintah resmi menghapus tenaga honor pada 2023.

Menurut dia, penghapusan tenaga honorer bakal berdampak negatif, seperti tingkat kriminalitas akan meningkat, daya beli menurun dan sebagainya.


''Selain itu, akan berpengaruh pada upaya penurunan stunting dan masalah kesehatan lainnya,'' ujarnya, Jumat (12/8/2022).

Lanjut dia, meminta pemerintah membuat aturan turunan yang realistis, jelas dan berpihak kepada tenaga honorer.

"Sampai sekarang belum ada aturan turunan sebagai bukti nyata keberpihakan pemerintah terhadap permasalahan honorer,'' katanya.


Politisi PKS ini berharap pemerintah mau mengakomodasi poin-poin tuntutan honorer yang disampaikan melalui unjuk rasa di Jawa Barat beberapa waktu yang lalu.

"Misalnya, tidak membuka tes ASN, CPNS, atau PPPK dari jalur umum dan  mendahulukan mengangkat  tenaga honorer yang sudah ada,'' ucapnya.


Dia menambahkan, bahwa adanya dana alokasi khusus defenitif tersebut penting mengingat pemerintah daerah akan kesulitan jika APBD dibebankan biaya alih status tenaga honorer. 

"Selain itu, secara realitas di lapangan, pemda memang masih bergantung pada tenaga honorer dalam melakukan pelayanan pada masyarakat," tukasnya. (Rizal)

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar