Didampingi Tim Hotman Paris, Manajemen Alfamart Laporkan Emak-emak Viral ke Polres Kota Tangsel 

Senin, 15 Agustus 2022 15:16 WIB

Share
Didampingi Tim Hotman Paris, Manajemen Alfamart Laporkan Emak-emak Viral ke Polres Kota Tangsel 
Manajemen Alfamart polisikan emak-emak yang viral mencuri cokelat dan barang lainnya. (Foto: Tangkapan Layar)

TANGERANG, POSKOTA.CO.ID - Manajemen Alfamart didampingi tim kuasa hukum Hotman Paris Hutapea melaporkan emak-emak yang viral di Mapolres Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Diketahui,  beredar video viral di media sosial yang memperlihatkan emak-emak mengendarai mobol mewah berwarna putih diduga mencuri beberapa cokelat dan barang lainnya di gerai Alfamart Cisauk, Tangerang Selatan.


Dalam video tersebut, emak-emak yang diduga berinisial M marah-marah dan kemudian melakukan pembayaran setelah aksinya kepergok. 

Karyawan Alfamart yang merekam video tersebut dan viral di media sosial lalu diduga mendapat ancaman dan tekanan karena dianggap telah melakukan pencemaran nama baik sehingga diancam dengan UU ITE.

Diduga di bawah ancaman, karyawan akhirnya menyatakan permohonan maaf terhadap emak-emak tersebut. 


Sontak saja warganet menghujat emak-emak tersebut karena memaksa meminta maaf terhadap karyawan Alfamart, padahal dirinya sendiri yang bersalah diduga mencuri sejumlah barang dari gerai tersebut.

Dalam video yang diterima Jakarta.Poskota.co.id, Senin (15/8/2022), Corporate Affairs Director PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, Solohin mengatakan, pihak Alfamart dalam hal ini mendukung penuh pegawanya yang diduga diintimidasi tersebut.

"Menanggapi isu pencurian yang terjadi di Alfamart Sempora pada Sabtu 13 Agustus 2022 saya mewakili manajemen Alfamart menyatakan dan menegaskan perusahaan sepenuhnya mendukung karyawan kami yang berdasarkan hasil investigasi awal mengerjakan tugasnya sesuai secara prosedur," ujar dia.


Dia menegaskan, bahwa pihak perusahaan menolak keras atas dugaan intimidasi yang dilakukan pelaku terhadap pegawai yang telah menjalankan tugas dengan benar.

"Kami menolak tindakan intimidasi yang dilakukan karyawan yang telah berupaya menjalankan tugasnya dengan baik," sebutnya.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar