Kasus Pengeroyokan Siswa SMAN 70 Jaksel Berakhir Damai, Orang Tua Korban gak Tega Kirim Pelaku ke Hotel Prodeo 

Selasa, 16 Agustus 2022 09:51 WIB

Share
Ilustrasi pengeroyokan. (ist)
Ilustrasi pengeroyokan. (ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID -  Kasus pengeroyokan terhadap salah satu siswa SMA Negeri 70, Jakarta Selatan, berakhir damai. Orang tua korban memilih mencabut laporannya lantaran tidak tega terhadap para pelaku mendekam di bali jeruji.

Pada kasus tersebut, Polres Metro Jakarta Selatan telah menetapkan enam tersangka. Tak hanya itu, polisi juga sempat menyebarkan poster Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap salah satu pelaku pengeroyokan.


Noviani, selaku ibu korban berinisial T, menyebutkan, bahwa dirinya tidak tega hati melihat para pelaku pengeroyokan harus ditahan.

Ia akhirnya berkoordinasi dengan tim kuasa hukum, dan di situ sepakat untuk menyelesaikan secara damai kasus ini.

"Intinya, apakah saya punya hati untuk menjebloskan enam anak ini ke dalam ke Cipinang. Saya betul-betul tidak sampai hati untuk menaruh mereka ke sana, atau kasus kami proses ke pengadilan," kata Noviani kepada wartawan, Selasa (16/8/2022).


Meski demikian, kata Noviani, pihak para tersangka dalam hal ini wajib membayar kompensasi terkait kesepakatan damai. Uang kompensasi tersebut, nantinya akan disumbangkan kepada yayasan yang telah ditentukan.

"Ya akhirnya kami putuskan untuk mereka membayar kompensasi walaupun itu tidak untuk kami. Jadi atas dasar hati sih ya yang tidak sampai hati untuk menempatkan mereka ke tahanan sesungguhnya," ucap dia.

Noviani menyebut, alasan dirinya melaporkan pelaku pengeroyokan ke polisi, lantaran ingin menyampaikan pesan terhadap pihak-pihak lain agar tidak melakukan tindak pengeroyokan. 


"Jadi memang kami bikin laporan ini tujuannya salah satuju agar semua melek mata. Artinya dari pelajar sendiri, senior-seniornya juga agar jangan takut untuk melaporkan kalau ada hal-hal seperti ini, perundungan, intimidasi, pengeroyokan atau palak memalak. Kami menyampaikan pesan bahwa ketika anak-anak mendapat hal seperti ini, jangan takut untuk melapor," kata dia.

Pengacara korban, Rully Arif Prabowo mengatakan, kesepakatan damai berlangsung pada 10 Agustus 2022 lalu. Perdamaian disaksikan oleh kepolisian.

Halaman
Reporter: Muhidin
Editor: Muhidin
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar