Kemerdekaan ke-77 RI di Mata Fahri Hamzah: Indonesia Negara Hukum yang Memudar 

Kamis, 18 Agustus 2022 11:17 WIB

Share
Politisi Fahri Hamzah. (Poskota/rizal)
Politisi Fahri Hamzah. (Poskota/rizal)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID -  Negara Indonesia telah merdeka selama 77 tahun namun sejatinya belum benar-benar merdeka.

Di mata politisi Fahri Hamzah, saat ini Indonesia telah menjadi negara kekuasaan di mana seenaknya melakukan intervensi dalam proses penegakan hukum.

Dia mencontohkan kasus penggeledahan di rumah Presiden AS ke-45, Donald Trump beberapa waktu lalu. Penggeledahan ini belum pernah terjadi dalam sejarah Amerika.


Lanjut dia, bahwa Donald Trump saat masih berkuasa dinilai sangat keterlaluan karena menabrak konsepsi-konsepsi dasar sebuah negara republik dan demokrasi di Amerika.

"Sikap politiknya banyak melakukan intervensi, dan Amerika ingin mengembalikan cita rasa sebagai negara hukum dan negara demokrasi," ujar Fahri, Kamis (18/8/2022).


Fahri menilai, kejadian serupa juga bisa saja terjadi di Indonesia. Sebab, penegakan hukum di Indonesia kerap dijadikan permainan politik yang melibatkan operasi intelejen.

"Bisa jadi akan ada investigasi tentang penggunaan kekuasaan suatu saat nanti, sehingga kita perlu hati-hati dalam penegakan hukum," kata Wakil Ketua Umum Partai Gelora ini.


Menurut Fahri, dalam negara demokrasi, sistem penegakan hukum saat ini, harus menganut prinsip-prinsip demokrasi keterbukaan (equality before the Law), dan tidak ada yang ditutup-tutupi.

"Jadi negara hukum itu, saya melihatnya sebagai satu sistem. Bukan dibaca terpisah antara tangan, kaki dan sebagainya, tapi harus dibaca keseluruhan tubuh," katanya.

"Kata kuncinya adalah bahwa pada momen Peringatan 77 tahun Proklamasi, mengingatkan tentang negara hukum yang memudar," tukasnya. (Rizal)

Reporter: Muhidin
Editor: Muhidin
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar