Bawa Tiga Tuntutan, Puluhan Buruh Geruduk Kantor Anies Hingga Blokade Jalan Merdeka Selatan 

Rabu, 21 September 2022 17:17 WIB

Share
Puluhan buruh membawa tiga tuntutan menggeruduk kantor Anies Baswedan di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. (Foto: Poskota/Aldi)
Puluhan buruh membawa tiga tuntutan menggeruduk kantor Anies Baswedan di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. (Foto: Poskota/Aldi)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Puluhan buruh menggeruduk kantor Anies Baswedan di Balai Kota, Jl Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (21/9/2022).

Berdasarkan pengamatan Jakarta.Poskota di lokasi puluhan buruh ini memblokade Jalan Merdeka Selatan dari arah Tugu Tani menuju Patung Kuda Arjuna Wiwaha hingga polisi melakukan rekayasa arus lalu lintas.


Ketua Perda Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) DKI Jakarta, Winarso mengatakan, akasi yang dilakukan hari ini sebagai rangkaian lanjutan agenda aksi yang sebelumnya sudah dilakukan pada hari Senin (12/9/2022) lalu.

Ia juga mengatakan, aksi kali ini juga mengusung tiga tuntutan.

Pertama, kenaikan harga BBM tersebut akan menurunkan daya beli yang saat ini sudah turun sebesar 30 persen. 

"Penyebab turunnya daya beli adalah peningkatan angka inflasi menjadi 6,5 persen hingga 8 persen, sehingga harga kebutuhan pokok akan meroket," ujar Winarso, Rabu (21/9/2022).


Kedua, kata dia, upah buruh tidak naik dalam tiga tahun terakhir, bahkan menteri Ketenagakerjaan sudah mengumumkan jika pemerintah dalam menghitung kenaikan UMK 2023 kembali menggunakan PP 36/2021. 

"Dengan kata lain, diduga tahun depan upah buruh tidak akan naik lagi, dan kami menuntut kenaikan Upah Minimun tahun 2023 sebesar 10 - 13 persen," tegas dia.

Ketiga, Winaso melanjutkan, buruh DKI Jakarta tetap menuntut menolak Undang-undang Omnibus Law Nomor 11 Tahun 2020 Cipta Kerja.


Oleh karena itu, KSPI dan Partai Buruh DKI Jakarta meminta kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan juga DPRD Provinsi DKI Jakarta untuk mendukung tiga tuntutan tersebut dan membuat surat rekomendasi kepada pemerintah pusat maupun DPR RI. (Aldi)

Reporter: Muhidin
Editor: Muhidin
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar