Brigjen Hendra Kurniawan Diduga Gunakan Jet Pribadi Bos Judi, Pakar Hukum Nilai Jika Benar Layak untuk Dipecat!

Rabu, 21 September 2022 22:14 WIB

Share
Brigjen Pol Hendra Kurniawan. (Foto: Twitter)
Brigjen Pol Hendra Kurniawan. (Foto: Twitter)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Jet pribadi yang diduga dugunakan Brigjen Pol Hendra Kurniawan menjadi polemik. Karena disebut-sebut milik judi online asal Jakarta yang tergabung dalam Konsorsium Judi 303.

Pakar Hukum Pidana dari Universitas Trisakti, Azmi Syahputra mengatakan, apapun keadaannya kasus ini harus dikawal. Walaupun saksi kunci berhalangan hadir bukan pula untuk mencoba menghindar atau mencari alasan - alasan baru lagi untuk pembelaan.


"Secara kasus ini menjadi perhatian masyarakat luas, mencederai nurani kemanusiaan, sehinggga penanganannya sidang etik  Brigjen HK harus dilakukan dengan serius, dan terbuka dan tegas," kata Azmi saat dihubungi, Rabu (21/9/2022).

Karena, kata dia, sangat tampak bahwa peran pelaku jelas sejak awal. Ada keinginan yang sama dengan FS.

"Bahwa pelaku sebagai salah seorang perwira tinggi sudah berada di TKP paling awal pascakejadian penembakan Brigadir J, bahkan juga ikut memerintahkan 'mengamankan' CCTV' yang diduga memanipulatif," ujarnya.

Lanjut dia, kisah CCTV rusak sebagai upaya untuk menghilangkan barang bukti.


"Jadi tampak kualitas peran pelaku di sini yang juga menjadi bagian akar persoalan kejahatan karena apabila tidak dibantu oleh pelaku setidaknya peristiwa manipulatif tersebut dapat dihindari atau dapat dicegah. Namun ini tidak dilakukan oleh pelaku. Malah pelaku ikut dalam satu barisan dengan perbuatan FS, ini adalah kesalahan berat," tegasnya.

Jadi jelas peran pelaku juga secara faktual bagian dari personel pengendali pascakejadian penembakan Brigadir J, sehingga kepada pelaku tentunya dapat dibebankan pertanggung jawaban hukum secara etik maupun secara pidana.


Apalagi, lanjut Azmi,  jika benar timsus menemukan adanya bukti keterkaitan pelaku dengan bos mafia judi besar, hingga dapat mempergunakan fasiltas jet pribadi.

"Maka tindakan ini juga pelanggaran sekaligus mencederai. Tentunya ini juga dapat menjadi poin tambahan kesalahan, sekaligus faktor yang memberatkan hukuman atas tindakan pelaku yang kegiatannya berkolaborasi dengan usaha yang bertentangan dengan jabatannya. Sehingga sekiranya benar, maka sanksi PTDH layak pula dikenakan bagi pelaku (Brigjen Pol Hendra Kurniawan). (Rizal)
 

Reporter: Muhidin
Editor: Muhidin
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar