Jessica Iskandar usai Ditipu Rp 10 Miliar, Kini Jual Rumah Demi Memenuhi Kebutuhan Hidup Sehari-harinya di Bali 

Kamis, 22 September 2022 08:51 WIB

Share
Jessica Iskandar menjadi korban penipuan oleh rekan bisnisnya. ( Foto: Poskota/Theresia)
Jessica Iskandar menjadi korban penipuan oleh rekan bisnisnya. ( Foto: Poskota/Theresia)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Jessica Iskandar terpaksa harus menjual rumah mewahnya untuk membiayai kehidupan sehari-harinya setelah menjadi korban penipuan.

Jedar, begitu disapa, diketahui ditipu oleh rekan bisnisnya yang bernama Christoper Steffanus Budianto atau Steven.

Ibu satu anak itu mengalami kerugian yang bernilai fantastis yakni Rp 10 miliar.


"Iya kalau misalnya bisa sih, (rumah) yang bisa kejual, kejual. Soalnya kan masih cicilan bank. Kalau sekarang harus urus cicilannya, berat," ujar Jessica dikutip dari video yang diunggah di kanal YouTube-nya pada Kamis (22/9/2022).

Jessica mengungkapkan, semua bila bisnisnya berjalan mulus passive oncome yang didapat dari bisnisnya itu akan digunakan untuk membayar cicilan rumah. Namun, dirinya malah ditipu.

"Aku bisa pindah ke Bali muterin uangnya dari bisnis, tapi ternyata mobilnya dijual-jualin sama terlapor. Jadi bingung, aset pribadi aku sudah nggak ada, terus harus bayar cicilan rumah juga bukan hal yang mudah, ya," jelasnya.


Dia mengungkapkan tidak ingin bergantung dengan suaminya, Vincent. Apalagi selama ini Vincent sudah mengeluarkan uang cukup banyak untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

"Suami sudah keluarin banyak biaya juga, buat rumah tangga, buat sekolah, buat hidup sehari-hari. Sudah deh, lebih bijaksana harus dilepas. Daripada enggak bisa bayar cicilan, ngerepotin orang sana-sini. Bayar cicilan tiap bulan, rumah-rumah yang harus dicicil enggak murah," tuturnya.

Bintang film Dealova itu sadar, proses hukumnya masih akan berjalan panjang. Akan memakan waktu agar terlapor dari dugaan tersebut mengembalikan semua aset dan uang miliknya.


Oleh karena itu, ia tak mau egois mempertahankan rumah miliknya. Jessica  juga tidak ingin memberikan beban kepada keluarga terkait cicilan rumah tersebut.

Halaman
Reporter: Muhidin
Editor: Muhidin
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar