Usai Aksi 2309 Tolak Kenaikan Harga BBM, Novel Bamukmin: Presiden Jokowi Siap Mediasi

Selasa, 27 September 2022 17:44 WIB

Share
Presiden Joko Widodo dan Wasekjen PA 212, Novel Bamukmin. (Foto: Kolase dari Google)
Presiden Joko Widodo dan Wasekjen PA 212, Novel Bamukmin. (Foto: Kolase dari Google)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Sejumlah organisasi masyarakat (ormas) Islam yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pembela Rakyat (GNPR) menggelar demo tolak kenaikan harga BBM bertajuk "Aksi 2309" di kawasan Patung Arjuna Wijaya atau Patung Kuda, Jakarta Pusat pada Jumat (23/9/2022) lalu.

Demo penolakan kenaikan harga BBM dari organisasi masyarakat (ormas) Islam yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pembela Rakyat (GNPR) rupanya telah membuat 'gerah' pemerintah.


Karena ''Aksi 2309'' tersebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebutkan akan melakukan mediasi dengan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF), Yusuf Martak. Hal tersebut seperti disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Persaudaraan Alumni (PA) 212, Novel Bamukmin.

"Ada sedikit angin segar. Presiden Jokowi siap melakukan mediasi dengan kita. Beliau mau terima Ketua GNPF, Syeikh Yusuf Martak,'' ujarnya kepada Jakarta.Poskota, Senin (26/9/2022).

Novel berharap dengan adanya pertemuan tersebut tuntutan ormas Islam dapat dipenuhi orang nomor satu di RI itu. Novel menyebutkan tuntutan ormas Islam di antaranya pemerintah menurunkan harga BBM, harga-harga barang turun, supremasi tegak serius dan seadil-adilnya.


"Ya mudah-mudahan, saya berharap berkelanjutan sampai menerima kita. Bukan hanya pemberi harapan palsu (PHP),'' ucapnya.

Sebagaimana diketahui, sejumlah ormas Islam yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pembela Rakyat (GNPR) menggelar demo menolak kenaikan harga BBM bertajuk ''Aksi 2309' di kawasan Patung Arjuna Wijaya, Jakarta Pusat pada Jumat (23/9/2022).

Demo tersebut merupakan kelanjutan dari aksi demontrasi pada 12 September 2022 di kawasan Patung Arjuna Wijaya.


Sebagaimana diketahui, gelombang demonstrasi dari berbagai elemen masyarakat terjadi setelah pemerintah resmi menaikkan harga Pertalite, Pertamax, dan Solar sejak 3 September 2022 pukul 14.30 WIB. 

Rinciannya, harga Pertalite naik dari Rp 7.650 menjadi Rp 10.000 per liter, Solar naik dari Rp 5.150 menjadi 6.800 per liter, dan Pertamax naik dari Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 per liter. (*)

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar