Netizen Tuding Menpora Khawatirkan Sanksi FIFA Ketimbang Ratusan Nyawa yang Melayang, Dikabarkan Korban Tewas Bertambah Jadi 182 Orang

Minggu, 2 Oktober 2022 17:20 WIB

Share
Menpora Zainudin Amali (kiri), dan kericuhan usai laga Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang. (Foto: Kolase dari Google)
Menpora Zainudin Amali (kiri), dan kericuhan usai laga Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang. (Foto: Kolase dari Google)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID -  Insiden kericuhan laga Arema FC vs Persebaya yang menewaskan ratusan suporter menjadi luka yang mendalam bagi sejarah sepak bola di Indonesia.

Berdasarkan data kekinian, 182 suporter tewas usai terjebak dalam kepungan gas air mata di dalam stadion Kanjuruhan, Malang pada Sabtu (1/10/2022) malam.

Di tengah tragedi berdarah tersebut, pernyataan dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali justru malah mengundang reaksi yang kontroversi bagi warganet.


Pasalnya, pernyataan yang dikutip dari akun Twitter @RadioElshinta itu menyebutkan, bahwa Menpora Amali malah mengkhawatirkan sanksi dan imbasnya pagelaran FIFA usai kejadian kerusuhan di Stadion Kanjuruhan itu.

"Semoga kita tidak disanksi FIFA atas peristiwa ini mengingat tahun depan kita akan menyelenggarakan FIFA World Cup U-20 2023," ujar Amali.

Pernyataan Menpora tersebut sempat ditangkap layar ponsel oleh warganet lalu disebarkan melalui instastory di akun media sosial instagram. Salah satunya akun Instagram @bayuu_p.p.


"Lebih takut kena sanksi dibanding ratusan nyawa yang melayang.. lebih baik hentikan. Kami butuh euphoria diakhiri dengan petaka," tulisnya dalam Instastory miliknya.

Seperti diberitakan, jumlah korban dikabarkan saat ini bertambah menjadi 180 orang yang tewas. Jumlah tersebut kemungkinan akan masih bertambah.


Korban tewas akibat kericuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang pada Sabtu (2/10/2022) malam.

Kericuhan disebabkan atas kekecewaan Singo Edan atas kekalahan Arema melawan Persebaya dengan skor 2-3. (*)

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar