Buntut Tragedi Berdarah Kanjuruhan, Belasan Personel Polisi Jalani Pemeriksaan 

Senin, 3 Oktober 2022 16:44 WIB

Share
Kericuhan hingga menewaskan ratusan supoter usai laga Arema vs Persebaya dalam laga Liga I 2022/2023 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jatim pada Sabtu (1/10/2022) malam. (Foto: Tangkapan Layar Twitter)
Kericuhan hingga menewaskan ratusan supoter usai laga Arema vs Persebaya dalam laga Liga I 2022/2023 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jatim pada Sabtu (1/10/2022) malam. (Foto: Tangkapan Layar Twitter)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Polri telah melakukan pemeriksaan terhadap 18 personel polisi yang mengamankan tragedi berdarah di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

Belasan personel diperiksa oleh Inspektorat Khusus (Itsus) dan Divisi Propam Polri.

"Sudah dilakukan pemeriksaan terhadap 18 orang, anggota yang bertanggung jawab atau sebagai operator memegang senjata pelontar,'' ujar Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo, Senin (3/10/2022).


Lanjut dia, para perwira yang bertanggung jawab dalam pengamanan tersebut juga rencananya bakal diperiksa.

"Kemudian juga saat ini mendalami masalah manajer pengamanan, dari mulai perwira hingga pamen (perwira menengah) sedang didalami," tukas Dedi.


Seperti diketahui, 125 suporter Aremania meninggal dunia dalam kericuhan usai laga antara Arema vs Persebaya FC pada Sabtu (1/10/2022) malam.

Saat kericuhan, aparat menembakkan gas air mata ke kerumunan suporter hingga mengalami sesak napas dan, karena panik terinjak-injak.

Cara menanggulangi kerusuhan suporter dengan gas air mata sebenarnya dilarang oleh FIFA. Hal ini tertuang dalam pasal 19 aturan FIFA menyoal Stadium Safety and Security Regulations.


"Untuk melindungi para pemain serta menjaga ketertiban umum diperlukan polisi di sekeliling lapangan," bunyi regulasi FIFA.

"Polisi atau petugas keamanan dilarang membawa atau menggunakan senjata api atau gas pengendalian massa," lanjut bunyi regulasi tersebut. (Zendy)

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar