Tragedi Kematian Kanjuruhan Malang, Polri Duga 28 Personel Polisi Langgar Kode Etik 

Selasa, 4 Oktober 2022 09:25 WIB

Share
Kericuhan hingga menewaskan ratusan supoter usai laga Arema vs Persebaya dalam laga Liga I 2022/2023 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jatim pada Sabtu (1/10/2022) malam. (Foto: Tangkapan Layar Twitter)
Kericuhan hingga menewaskan ratusan supoter usai laga Arema vs Persebaya dalam laga Liga I 2022/2023 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jatim pada Sabtu (1/10/2022) malam. (Foto: Tangkapan Layar Twitter)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan bahwa, sejauh ini terdapat 28 personel Polri yang diduga telah melanggar kode etik terkait tewasnya ratusan suporter di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur pada Sabtu (1/10/2022) malam.

"Dari hasil pemeriksaan itsus, irwasum Polri dan biro paminal juga melakukan pemeriksaan dugaan pelanggaran kode etik anggota polri sebanyak 28 personel polri," ujar Dedi kepada wartawan, Selasa (4/10/2022).


Namun demikian, polri masih terus melakukan proses pemeriksaan terhadap puluhan personel yang diduga melanggar etik itu.

Tak hanya itu, Polri juga telah mencopot Kapolres Malang, AKBP Ferli Hidayat buntut dadi tragedi tersebut.

Pencopotan tersebut tertuang dalam surat telegram rahasia Kapolri dengan Nomor ST/2098/X/KEP/2022.

"Menonaktifkan sekaligus mengganti Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat," ucap Irjen Dedi.


Selanjutnya, kata Dedi, AKBP Ferli langsung dimutasikan sebagai Perwira Menengah (Pamen) SSDM Polri.

Nantinya, jabatan Kapolres Malang bakal digantikan AKPB Putu Kholis Aryana yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok.

Kemudian, sebanyak 9 anggota Brimob dinonaktifkan langsung oleh Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta.

"Kemudian sesuai dengan perintah bapak Kapolri. Kapolda Jawa Timur juga sama melakukan penonaktifan jabatan danyon, danki dan danton brimob sebanyak 9 orang," ucapnya.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar