Pelanggar Hukum Memang Wajib Ditindak, Tokoh Pemuda Papua Ini Minta Gereja Mediasi Kasus Lukas Enembe

Kamis, 6 Oktober 2022 16:34 WIB

Share
Mantan Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) sekaligus tokoh pemuda Papua Ferdinand Tuamis.(ist)
Mantan Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) sekaligus tokoh pemuda Papua Ferdinand Tuamis.(ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID  – Implikasi dari penetapan Gubernur Lukas Enembe menjadi tersangka dugaan kasus korupsi oleh KPK coba dibedah oleh tokoh pemuda dari Keerom, Ferdinand Tuamis. 

Mantan Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) ini mengatakan, respon masyarakat Papua terhadap persoalan Lukas Enembe ada dua jenis. Pertama, respon bersifat politik. Kedua respon sosial.

Ferdinand menjelaskan, respon sosial datang dari kelompok-kelompok masyarakat yang pro ke Pak Lukas. Ada kelompok mahasiswa, kelompok profesi, keluarga dan lain-lain. 

Menurutnya, mereka tahu bahwa ketika terjadi penyelewengan dalam penyelenggaraan pemerintahan, ada konsekuensi hukumnya. 

“Tetapi mereka itu justeru sekarang sedang membentengi sehingga akses untuk penanganan hukum terhambat. Pertanyaannya, faktor apa yang mendorong mereka berbuat begitu?” kata Ferdinand di Keerom, Rabu (5/10/2022).

Menurut Ferdinand, kelompok yang membentengi Lukas Enembe dilatari faktor emosional. Ketokohan Lukas Enembe membuat mereka melakukan proteksi. Proteksi dilakukan karena mereka merasa Lukas Enembe dipolitisir.

Sementara di pihak lain, ada prosedur hukum yang harus ditegakkan. Pemanggilan ketiga pasti akan dilakukan, dan mungkin ada penjemputan paksa. 

Masyarakat akan merespon, para pendukung pak Lukas pasti tidak diam, dan aparat penegak hukum juga akan merespon.

“Aparatur datang dengan alat kelengkapan negara, masyarakat hadapi dengan tangan kosong. Di sinilah bahayanya, masyarakat bisa jadi korban,”’ tegas Ferdinand.

Sikap Ferdinand tegas, siapapun penyelenggara pemerintahan, baik gubernur, bupati, kepala distrik sampai kepala kampung, bahkan presiden sekalipun kalau melakukan pelanggaran hukum, wajib ditindak. 

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar