Isu Penolakan KTT G20 Bali, 1.500 Personel TNI - Polri Dikerahkan

Senin, 14 November 2022 11:52 WIB

Share
Ilustrasi polisi mengamankan kegiatan KTT G20 di Bali. (Foto: Ist)
Ilustrasi polisi mengamankan kegiatan KTT G20 di Bali. (Foto: Ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Polisi merespons isu terkait adanya potensi gerakan massa yang menolak rangkaian kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan sejumlah skema pengetatan pengamanan di pintu masuk ke wilayah Bali, salah satunya di jalur pelabuhan.


"Potensi dari pintu-pintu masuk Bali, khususnya jalur pelabuhan. Untuk penebalan pasukan sudah ada di Banyuwangi, pelabuhan Bali, dan pelabuhan NTB (Nusa Tenggara Barat)," kata Dedi saat dikonfirmasi, Senin (14/11/2022).

Dedi melanjutkan, dalam giat pengamanan ini pula, pihaknya telah menyiagakan sebanyak 1.500 personel TNI - Polri yang tergabung dalam pasukan kontijensi.

"Seluruh pasukan kontinjensi sudah siap 1.500 orang bila sewaktu-waktu dibutuhkan," ujar dia.


Selain itu, mantan Kapolda Kalimantan Tengah tersebut menambahkan, bahwa polisi juga telah menggandeng sejumlah stakeholders dalam melaksanakan giat pengamanan kegiatan internasional ini.

"Prinsipnya, Polri, TNI, pemerintah daerah, seluruh kementerian atau lembaga, dan pecalang atau pasukan Pengamanan masyarakat swakarsa siap mengamankan seluruh giat rangkaian KTT G20 di Bali," ucapnya.

Untuk diketahui sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, bahwa intelijen Korps Bhayangkara dan TNI memperoleh informasi terkait adanya potensi gerakan penolakan massa di event KTT G20 Bali.


Karenanya, pihaknya telah menyiapkan sejumlah metode untuk menahan gerakan massa tersebut, salah satunya dengan mengedepankan langkah dialog.

"Beberapa waktu yang lalu satuan intelijen, baik dari kepolisian, dari BIN, TNI, dalam hal ini Bais (Badan Intelijen Strategis) melakukan koordinasi setiap hari. Ada beberapa info akan ada gerakan, tapi mudah-mudahan jumlahnya tidak terlalu besar karena kami mengedepankan dialog," ujar mantan Kabareskrim itu. (Adam)

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar