Advertisement

Peninggalan Anton Medan, Masjid Nuansa Tionghoa dan Pesantren untuk Mantan Preman Belajar Agama Islam

Bogor —Selasa, 16 Maret 2021 19:43 WIB
Editor: Fatah
    Bagikan:  
Peninggalan Anton Medan, Masjid Nuansa Tionghoa dan Pesantren untuk Mantan Preman Belajar Agama Islam
Suasana bagian luar Masjid Jami Tan Kok Liong yang dibangun mendiang Anton Medan, di dalam Pondok Pesantren At-Taibin, Pondok Rajeg, Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (16/3/2021). Poskota.co.id/Ardhi

BOGOR, POSKOTA.CO.ID - Meninggalnya Anton Medan menyisakan dua kenang-kenangan yang hingga kini masih berdiri, yakni Pondok Pesantren At-Taibin dan Masjid Jami Tan Kok Liong yang bernuansa Tiongkok di Pondok Rajeg, Cibinong, Kabupaten Bogor.

Menantu Anton Medan, Syamsul Bahri Radjam (46) menuturkan, sebelum pondok pesantren itu berdiri, lokasi itu sebagai tempat peternakan, seperti peternakan lele dan ayam.

Namun, Anton ingin meninggalkan warisan atau kenang-kenangan maka dibangun Pondok Pesantren At-Taibin yang semula untuk para mantan narapidana dan preman.

"Tapi kemudian pondok berdiri, berkembang, itu akhirnya dibuat pondok untuk pendidikan umum, Yayasan Pondok Pesantren At-Taibin untuk pendidikan Agama Islam. Itu untuk SD dan SMP. Bahkan ada SD, SMP, SMA," ujar Syamsul saat dihubungi, Selasa (16/3/2021).

Berdirinya pondok pesantren itu, sambung Syamsul, memiliki makna bagi Anton Medan.

Pondok itu menjadi simbol cita-cita Anton Medan untuk melakukan perubahan dari sisi Pendidikan.

"Setiap orang punya hak dan kesempatan yang sama untuk membangun bangsa," ucap Syamsul.

Berdirinya pondok pesantren itu juga sebagai ‘cermin’ bagi Anton Medan menengok masa lalunya yang kelam.

Dari hal itu, Anton sadar bahwa pendidikan itu amat penting dalam kehidupan manusia.

"Beliau juga berkaca dari pengalaman hidup beliau yang penuh kepahitan ya, dari penjara ke penjara, kemudian dari kecil sudah mengalami kepahitan hidup. Mencari uang kemudian uangnya dirampok dan terpaksa harus membunuh, itu jadi pelajaran beliau bahwa orang butuh pendidikan," ucap Syamsul.

[page-pagination]

Pola pendidikan pesantren yang menekankan pada aspek agama dipilih oleh Anton karena bila agamanya bagus maka akhlaknya juga bagus.

Masjid Jami Tan Kok Liong pun dibangun di dalam pesantren itu.

Masjid itu dibangun Anton Medan dengan nuansa arsitektur Tiongkok.

"Masjid Tan Kok Liong yang ada nuansa-nuansa Chinese. Beliau ingin memadukan unsur-unsur kebudayaan yang mewarnai Indonesia," tutur Syamsul.

"Nah beliau orang yang berpikiran dengan membangun.Pertama,membangun pondok pesantren kemudian membangun masjid itu, masjid pertama untuk ibadah. Kedua, masjid bisa digunakan untuk orang banyak yang tentu insyaallah akan membawa kebaikan dan amal bagi beliau dan keluarganya," tambah dia.

Namun, Pondok Pesantren At-Taibin kini dalam kondisi tidak aktif.

Syamsul dan keluarga berharap bisa menghidupkan kembali pondok pesantren itu guna mewujudkan cita-cita Anton Medan.

"Ya pasti, karena beliau sebelum meninggal, pernah berwasiat kepada anak-anak pada saat itu untuk melanjutkan pondok pesantren. Karena itu cita-cita beliau dan itu dijaga-jaga anak-anak dia. Pernah disampaikan 'tolong jaga cita-cita bapak, biar nanti pondok pesantren berjalan seperti semula', " tukas Syamsul. (cr02)

Editor: Fatah
    Bagikan:  

Berita Terkait