Advertisement

Ikan Lele Disulap Jadi Makanan Kekinian, Dalam Bentuk Rice Box dengan Berbagai Varian Rasa

Kuliner —Jumat, 26 Maret 2021 22:15 WIB
Editor: Fatah
    Bagikan:  
Ikan Lele Disulap Jadi Makanan Kekinian, Dalam Bentuk Rice Box dengan Berbagai Varian Rasa
Willy (26), pengusaha muda inovatif yang mengubah ikan lele menjadi menu makanan kekinian. Poskota.co.id/pandi

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Willy (26), pengusaha makanan berbahan utama ikan lele yang diinovasi menjadi makanan kekinian, berbentuk daging fillet, lalu diberi tepung yang sudah diolah agar menjadi garing, seperti Katsu.

Ia memberi label usahanya dengan nama diLELEin.

Sesuai namanya, bahan utama pada menu makanannya yaitu ikan lele.

Awalnya sekadar nongkrong-nongkrong, lalu Willy bersama temannya sharing ngomongin tentang usaha kuliner.

"Dari situ kita omongin usaha kuliner kepikiran lah dari situ sama budidaya lele dia kenapa ga bikin lele aja di fillet terus dikemas jadi rice box," ujar dia dikedai miliknya, Jalan KH Syahdan, Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (26/03/2021).

Makanan dalam bentuk rice box kini tengah digemari oleh masyarakat.

Biasanya rice box diisi dengan makanan seperti, ayam dan daging.

Dari situ, Willy berinisiatif membuat makanan dalam bentuk rice box dengan tingkat protein yang tidak monoton, berbahan utama ikan lele.

"Ya udahlah, dari situ gua coba praktik sekali, dua kali, gimana cara fillet lele yang bener yang enak dan akhirnya bisa," ucap dia.

Ada empat varian rasa dalam lele fillet rice box yang diolah, di antaranya ada rasa Barbeque, Black Papper, Salted Egg, dan Sambal Bawang.

[page-pagination]

Sebelum memilih varian rasa itu, Willy sebelumnya melakukan survey pada restoran F & B berkonsep rice box.

Berdasarkan hasil penilaian Willy, rata-rata varian rasa dalam restoran tersebut yaitu Black Papper dan Barbeque.

"Ada beberapa juga sebenernya kaya sambel mentai cuma itu belum bikin baru empat itu aja," kata dia.

Pemilihan empat varian rasa itu bukan hanya sekedar ikut-ikutan, melainkan banyak konsumen saat ini yang berminat dengan keempat bumbu tersebut.

Sementara untuk sambal bawangnya, Willy sengaja membuat sambal bawang karena ingin menyesuaikan lidah orang Indonesia yang rata-rata menyukai pedas.

Terbukti, ikan lele fillet sambal bawang miliknya itu paling laris di antara varian rasa lainnya.

Rata-rata orang di atas usia 30 tahun memesan lele fillet sambal bawang.

Sementara untuk varisan rasa lain seperti Barbeque, dan Black Papper disukai oleh anak muda.

"Kecuali emang dia suka pedes banget pasti dia sambel bawang, jadi dari faktor usia mempengaruhi dia mau pesennya apa," tutur Willy.

Selain ikan lele, ia juga menambahkan menu pendamping berbahan dasar ikan, yakni ikan dori atau ikan patin.

[page-pagination]

Ikan dori dipilih menjadi menu pendamping untuk antisipasi jika ada konsumen yang tidak suka dengan ikan lele.

Harga yang ditawarkan dari satu porsi diLELEin yakni Rp.23 ribu untuk rasa Barbeque, Black Papper dan Sambal Bawang.

Sedangkan untuk rasa Salted Egg dikenakan harga Rp.24 ribu untuk satu porsi.

Begitupun dengan ikan dori, satu porsinya seharga Rp.27 ribu untuk varian rasa Black Papper, Barbeque dan sambal bawang.

Berbeda dengan rasa Salted Egg, seharga Rp.28 ribu.

"Ikan dori lebih mahal sedikit karena emang harga ikannya itu lebih tinggi dari lele," kata dia.

Ikan lele yang ia produksi itu, sambung Willy, didapat langsung oleh temannya yakni seorang budidaya ikan lele yang berada di Bekasi.

Dalam sehari, Willy bisa menghabiskan kurang lebih satu kilo ikan lele yang sudah berbentuk fillet, sehingga hanya tersisa dagingnya saja sebanyak 34 potongan daging ikan lele.

"Kadang bisa lebih sih, tergantung pesanannya aja lagi ramai atau engga," tutup dia. (cr01).

Editor: Fatah
    Bagikan:  

Berita Terkait