Advertisement

Boleh Salat Tarawih di Bulan Ramadan, Menko PMK: Tapi Tetap Terapkan Protokol Kesehatan

Nasional —Senin, 5 April 2021 20:44 WIB
Editor: Fatah
    Bagikan:  
Boleh Salat Tarawih di Bulan Ramadan, Menko PMK: Tapi Tetap Terapkan Protokol Kesehatan
Ilustrasi. ist

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (5/4/2021), menyatakan bahwa pemerintah membolehkan umat Islam melaksanakan ibadah salat tarawih di bulan Ramadan, namun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes).

"Bukan hanya salat tarawih tapi juga salat Idul Fitri juga dibolehkan tapi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan," terang Muhadjir yang dalam keterangannya hadir pula Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

"Khusus mengenai kegiatan ibadah selama Ramadan dan ibadah Idul Fitri, yaitu salat tarawih dan salat Idul Fitri pada dasarnya diperkenankan atau dibolehkan. Yang harus dipatuhi adalah protokol kesehatan harus dilaksanakan dengan sangat ketat," kata Muhadjir.

Muhadjir menambahkan, selain dengan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat, salat berjemaah juga boleh dilakukan di luar rumah dengan catatan terbatas pada komunitas.

"Artinya, salat berjemaah hanya bagi para jemaah yang sudah mengenal satu sama lain sehingga jemaah dari luar tidak diizinkan," tutur Muhadjir.

Ia menuturkan, dalam melaksanakan salat berjemaah ini diupayakan untuk dibuat sesederhana mungkin.

Sehingga waktunya tidak berkepanjangan, mengingat dalam kondisi masih darurat.

Selain itu, Muhadjir juga mengingatkan agar para jemaah berupaya menghindari kerumunan atau konsentrasi orang terutama pada saat akan datang menuju tempat ibadah, maupun ketika selesai salat berjemaah.

Muhadjir meminta untuk tidak terjadi kerumunan, konsentrasi orang, terutama pada saat sedang akan datang menuju ke tempat salat jemaah baik itu di lapangan maupun di masjid maupun ketika saat bubar dari salat jemaah.   

"Supaya dihindari betul adanya kerumunan yang terlalu besar sehingga semuanya bisa berjalan dengan aman," tandas dia. (johara)

Editor: Fatah
    Bagikan:  

Berita Terkait