Advertisement

Polisi Cokok Dua Tersangka Kasus Pengoplosan Gas Elpiji

Crime —Selasa, 6 April 2021 23:41 WIB
Editor: Fatah
    Bagikan:  
Polisi Cokok Dua Tersangka Kasus Pengoplosan Gas Elpiji
Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Kombes Muhammad Zulkarnain. Poskota.co.id/pandi

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Polisi menagkap dua orang berinisial DF dan T, tersangka kasus pengoplosan tabung gas elpiji 3 kilogram berubsidi ke 12 kilogram.

Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Kombes Muhammad Zulkarnain mengatakan ada tiga lokasi tempat penyalahguanaan gas bersubsidi.

"Dari 3 TKP kami menyita lebih kurang 1.372 tabung gas 3 kg, 307 tabung gas 12 kg dan selang regulator 100 selang untuk memindahkan dari 3 kg ke 12 kg, ada 8 kendaraan roda empat, ada 4 kendaraan roda dua," ujar dia di Meruya, Selasa (06/04/2021).

Selain itu, Zulkarnain menambahkan, gas 12 kg yang telah disuntik oleh kedua tersangka didistribusikan di wilayah Jakarta Barat.

"Jadi sementara Jakarta Barat saja untuk yang 12 kg hasil suntikan tadi itu didistribusikan di wilayah Jakbar," jelas dia.

Zulkarnain menegaskan, kedua orang inisial DF dan T tersebut ditetapkan sebagai tersangka karena terbukti sebagai pemilik.

"Pekerja kami sudah tentukan untuk kami tetapkan sebagai saksi karena mereka hanya bekerja dan terima upah," terang dia.

Kedua tersangka tersebut diketahui memperoleh gas elpiji 3 kg dari agen-agen gas. Saat ini,

Zulkarnain mengatakan, pihaknya masih mendalami terkait bagaimana kedua tersangka memindahkan gas elpiji 3 kg ke 12 kg.

"Metode khusus saya rasa jangan terlalu disebarin, nanti jadi pelajaran," papar dia.

[page-pagination]

Dari keterangan tersangka, diketahui keduanya sudah melakukan aksi suntik gas elpiji 3 kg ke 12 kg sejak 2018 silam.

Dalam kurun waktu dua tahun itu, diketahui kerugian negara mencapai Rp.7 miliar.

Itupun baru di wilayah Jakarta Barat.

"jadi kita menghitung selisih dari pada subsidi yang dikeluarkan pemerintah sehingga mereka ada keuntungan, karena kan yang 12 kg tidak disubsidi, jadi mereka menjual harga pasaran yang 12 kg sedangkan gasnya berasal dari gas 3 kg," ucap Zulkarnain.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dikenakan pasal 8 Undang-undang nomor 28 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan pasal 53 UU No. 22/2021 tentang Migas, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan denda maksimun 40 miliar. (cr01)

Editor: Fatah
    Bagikan:  

Berita Terkait