Advertisement

Nabila Putri Ogah Umbar Masalah Pribadi ke Medsos, Karena Bisa Mempengaruhi Opini Publik

Style —Rabu, 7 April 2021 09:50 WIB
Editor: GusMif
    Bagikan:  
Nabila Putri Ogah Umbar Masalah Pribadi ke Medsos, Karena Bisa Mempengaruhi Opini Publik
Artis dan presenter, Nabila Putri

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID-- Aktris sekaligus presenter Nabila Putri mengaku, tipe orang yang tidak suka mengumbar masalah pribadi ke media sosial. Hal itu karena dia merasa memiliki pengaruh untuk menggiring opini publik.

"Gua tipikal orang yang punya pacaran justru senang orang tahu, gua suka pamer karena gua jarang punya pacar. Tapi, kalaupun gua punya masalah, gua bukan orang yang suka share (berbagi) di social media," katanya di kanal YouTube Gofar Hilman, belum lama ini.

Hingga kini, dia pun mengaku tidak pernah mengumbar masalah pribadinya ke media sosial. "Karena menurut gua, ya udah gua cukup membagikan hal-hal yang membahagiakan buat gua. tapi hal-hal yang berat, kayaknya enggak perlu di-share deh," jelasnya.

Alasan wanita bernama lengkap Athina Nabila Elmias Putri tidak ingin mengumbar masalah pribadi, karena dia merasa memiliki pengaruh untuk menggiring opini publik.

Hal itu ia rasakan saat pernah dia menuliskan kegelisahannya tentang lawakan di televisi yang suka bermain fisik, atau mengumbar aib orang lain di media sosial miliknya. Menurut dia, itu bukan lawakan melainkan bullying.

"Saat itu gua iseng doang nulis bahwa gua bukannya tidak mau mengambil pekerjaan seperti itu, karena menurut gua bicara soal aib, joke internal, di satu showbiz itu, buat apa ya? Apa yang membuat kita terlihat lucu ya? Toh yang ketawa cuman haha hihi, tapi enggak tahu bercandaan kita apa," ungkapnya.

Dari tulisan tersebut, kala itu dalam sehari saja, ia menerima sebanyak 800 pesan positif dari netizen.

Itulah yang menjadi awal kenapa Nabila tidak ingin mengumbar masalah pribadinya ke media sosial. Dia merasa bahwa dirinya punyak daya untuk mempengaruhi opini publik.

Lanjutnya, bila dia melontarkan pernyataan buruk di media sosial, misalnya tentang suatu produk, dia merasa 'menjatuhkan' usaha orang tersebut.

"Enggak usah hal yang berhubungan dengan program atau seseorang, produk aja gua merasa menjatuhkan orang lain. Gua merasa menjatuhkan pergerakan orang lain," ucapnya.

Bila ada keluhan mengenai produk tertentu, ia pun lebih memilih mengeluh lewat layanan pesan langsung, ketimbang mengeluh di media sosial.

"Jadi kalau ada sesuatu yang pengen gua complain, gua direct," pungkasnya. (cr02)

Editor: GusMif
    Bagikan:  

Berita Terkait