Advertisement

Ujicoba Belajar Tatap Muka di Jakarta Timur, Para Siswa Mengaku Canggung

Jakarta Timur —Rabu, 7 April 2021 13:17 WIB
Editor: GusMif
    Bagikan:  
Ujicoba Belajar Tatap Muka di Jakarta Timur, Para Siswa Mengaku Canggung
Siswa mengikuti ujicoba belajar tatap muka di SDN Pondok Kelapa 05, Duren Sawit. (poskota.co.id/Ifand)

DUREN SAWIT, POSKOTA.CO.ID- Uji coba belajar tatap muka akhirnya digelar Pemprov DKI di sejumlah sekolah yang ada. Seperti yang terlihat di SDN Pondok Kelapa 05, Duren Sawit, Jakarta Timur, mulai dihadiri sejumlah siswa yang terlihat canggung saat kembali bersekolah dan bertemu temannya.

Di SDN Pondok Kelapa 05 Duren Sawit ini sendiri, hanya empat ruang kelas yang dipakai untuk kegiatan uji coba belajar tatap muka. Dua ruang kelas berada di lantai satu dan dua ruang lainnya di lantai dua. Setiap ruang kelas yang dipakai hanya setengah dari kapasitas, sehingga meja dan kursi yang digunakan oleh siswa harus berjarak 1,5 meter antara satu dengan yang lain.

Para siswa maupun tenaga pendidik yang terlibat uji coba belajar tatap muka juga memakai masker selama kegiatan. Sebelum masuk sekolah, anak-anak ini pun di periksa suhu tubuhnya dan ketika sudah di kelas proses belajar mengajar masih seperti biasa.

Mutiara, salah seorang siswa mengatakan, dirinya masih belum terbiasa dengan model pembelajaran tatap muka yang hari ini kembali digelar. Pasalnya, lebih dari satu tahun ini ia belajar secara daring akibat pandemi Covid-19. "Aneh saja belajarnya, biasanya kan nggak pakai masker, nggak pakai face shiled. Belum terbiasa kali ya," katanya, Rabu (7/4).

Dikatakan siswi kelas 5A ini, ia sendiri bisa kembali mengikuti belajar tatap muka setelah mendapat izin dari orangtua. Karena itu, sebelum berangkat ke sekolah, persiapan seperti masker dan hand sanitizer dibawa dalam tas. "Orangtua yang izinin, orangtua nggak khawatir. Mereka malah senang akhirnya bisa sekolah lagi,” ujarnya.

Bagi Mutiara, dirinya merasa lebih nyaman dengan proses belajar tatap muka seperti sekarang. Menurutnya, kembalinya belajar tatap muka ini dinilai lebih mudah dalam memahami setiap penjelasan yang diberikan oleh gurunya. "Nggak aneh, justru lebih enak, lebih nyaman, lebih mudah dipahami. Enakan tatap muka karena lebih gampang, kalau online kan kita harus tanya lagi sama mama di rumah," tuturnya.

Melalui uji coba belajar tatap muka ini juga, sambung Mutiara, ia mengaku bisa kembali bertemu dengan teman-temannya setelah satu tahun tidak bertemu karena pandemi. Meski begitu Mutiara belum bisa berinteraksi seperti biasa, ia juga mengaku canggung setelah sekian lama baru bertemu temannya. "Senang bisa bertemu teman lagi tapi karena masih berjarak jadinya canggung, apalagi kan baru ketemu lagi sama teman-teman,” tukasnya. (ifand)

Editor: GusMif
    Bagikan:  

Berita Terkait