Advertisement

Terduga Aniaya Bocah Tuna Rungu di Pamulang Tangerang Selatan Belum Ditangkap, Ini Alasan Polisi

Nasional —Rabu, 7 April 2021 17:22 WIB
Editor: Fatah
    Bagikan:  
Terduga Aniaya Bocah Tuna Rungu di Pamulang Tangerang Selatan Belum Ditangkap, Ini Alasan Polisi
Tukang tambal ban terduga pelaku penganiayaan bocah tunarungu ERN di Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan. ist

TANGERANG SELATAN, POSKOTA.CO.ID - Kepolisian Polres Tangerang Selatan belum mengamankan terduga pelaku penganiayaan bocah tunarungu di Pamulang, Tangerang Selatan, karena kasus yang menimpa bocah ERN (13) itu masih dalam penyelidikan. 

Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tangerang Selatan (Tangsel) Iptu Agung Susetyo membenarkan hal itu. 

"Kita tidak bisa langsung mengamankan saja. Masih dalam penyelidikan dulu untuk melengkapi bukti-bukti yang ada," ujar dia dikonfirmasi Poskota.co.id, Rabu (7/4/2021).

Karena itu, Agung menuturkan, perlu waktu untuk melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan penganiayaan itu. 

"Tidak bisa serta merta laporan masuk kita percaya dan langsung mengamankan. Ada prosedurnya juga tidak langsung penyidikan," terang dia.

Agung juga menyebutkan, hasil visum dari korban belum kunjung keluar.

Hingga kini masih menunggu visumnya.

"Masih menunggu juga hasil visum. Belum keluar sampai saat ini. Nanti diberitahu prosesnya," papar dia.

Saat ditanya terduga pelaku akan berpotensi melarikan diri jika tidak diamankan, Agung menuturkan, pihaknya akan mengejar pelaku.

"Kalau itu (kabur) kami tentu akan mencarinya. Yang jelas saat ini berkas perkaranya saja baru sampai ke kami. Pasti kami tindaklanjuti," janji dia.

[page-pagination]

Sekadar informasi, seorang anak tunarungu ERN (13) menjadi korban penganiayaan di wilayah Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan. 

Pelakunya diduga seorang tukang tambal ban yang bernama Bindu Barimbing. Terduga pelaku ini tak lain juga tetangga korban. 

Aksi penganiayaan itu terjadi di Jalan Lele 6, sebuah lorong kontrakan RT.001, RW.005, Kamis (18/3/2021), sekitar pukul 16.30 WIB.

Diberitakan sebelumnya, orang tua korban, Yudi Nugroho mengaku, mulanya mengetahui anaknya dianiaya dari tetangganya yang menyaksikan langsung peristiwa penganiayaan itu. (ridsha vimanda nasution/kontributor)

Editor: Fatah
    Bagikan:  

Berita Terkait