Advertisement

Masuk Daftar 20 Negara Yang Dilarang Masuk Saudi, Indonesia Belum Bisa Kirim Jamaah Umrah Ramadhan

Nasional —Kamis, 8 April 2021 10:57 WIB
Editor: GusMif
    Bagikan:  
Masuk Daftar 20 Negara Yang Dilarang Masuk Saudi, Indonesia Belum Bisa Kirim Jamaah Umrah Ramadhan
Konsul Haji Indonesia di Jeddah, Endang Jumali. (poskota.co.id/ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID- Pemerintah Arab Saudi mulai memberikan izin melaksanakan ibadah umrah di bulan Ramadhan 1442 H. Namun, kebijakan itu hanya berlaku bagi negara yang memiliki akses ke negara tersebut. Sedangkan Indonesia masuk dalam daftar 20 negara yang dicegah masuk Saudi.

Konsul Haji Jeddah, Endang Jumali, yang dihubungi di Jakarta, Kamis (8/4/2021) mengatakan, Indonesia belum bisa memberangkatkan jamaah umrah di bulan Ramadhan ini, karena umrah sejak awal hanya bagi negara-negara yang memiliki akses masuk ke Saudi.

"Namun sampai saat ini, Indonesia masuk dalam daftar 20 negara yang belum diberikan akses masuk ke Saudi," terang Endang.

Endang menambahkan, umrah pada bulan Ramadhan nanti hanya untuk negara-negara yang diberikan akses masuk, seperti Nigeria, Tunisia, Banglaseh, dan Lybia.

Meskipun mereka sudah diberikan akses masuk, tetapi Arab Saudi tetap memberikan ketentuan untuk melaksanakan umrah yakni, jemaahnya sudah divaksin dan juga ketentuan batasan usia.

Tentang persiapan Pemerintah Arab Saudi menyambut umrah di bulan Ramadhan, Endang mengungkapkan persiapan umrah pada Ramadhan yang dilakukan Arab Saudi adalah memperluas kapasitas tampung Masjidil Haram, fasilitas transportasi dan memperketat protokol kesehatan.

Seperti diketahui, bertepatan dengan 1 Ramadhan atau di hari pertama ibadah puasa, Pemerintah Arab Saudi memberikan izin Umrah bagi jemaah yang sudah menerima vaksin Covid-19.

Jemaah yang dimaksud yaitu yang sudah mendapat dua dosis vaksin Covid-19, jemaah yang setelah 14 hari menerima dosis pertama vaksin Covid-19 serta yang sembuh dari infeksi.

Sebelumnya untuk mencegah penularan Covid-19, Arab Saudi mulai 3 Februari 2021 melarang masuk sementara warga negara dari 20 negara, termasuk Indonesia dan juga dari Uni Emirat Arab, Jerman, Amerika Serikat, Inggris, Afrika Selatan, Perancis, Mesir, Lebanon, India, dan Pakistan dan lainnya. (johara)

Editor: GusMif
    Bagikan:  

Berita Terkait