Advertisement

Cerita Pilu Korban Suntik Filler: Keluar Uang Puluhan Juta, Payudara Membusuk, Sempat Putus Asa

Nasional —Kamis, 8 April 2021 11:24 WIB
Editor: GusMif
    Bagikan:  
Cerita Pilu Korban Suntik Filler: Keluar Uang Puluhan Juta, Payudara Membusuk, Sempat Putus Asa
ILUSTRASI- Suntik filler payudara

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Punya payudara besar dan sexy mungkin menjadi idaman bagi para wanita, terlebih jika hal tersebut bisa dilakukan secara instan.

Alih-alih ingin tampil sexy dengan payudara besar, D (26) nekat memberanikan diri melakukan penyuntikkan filler payudara oleh seorang dokter abal-abal yang baru ia kenal melalui temannya.

Pada bulan Oktober 2020 lalu, D bersama temannya mulai melakukan praktik suntik payudara di sebuah hotel kawasan Mangga Besar, Jakarta Barat.

Saat itu, D bersama temannya menyuntikkan cairan silikon ke payudara dengan dosis 500 cc, 250 cc untuk D dan 250 cc lagi untuk temannya.

"Kalau 500 cc Rp 8 juta lebih, dibagi dua jadi Rp 4 juta lebih," ujarnya saat ditanyai pengalamannya usai disuntik filller, Kamis (08/04/2021).

Usai disuntik, awalnya D tidak mengalami gejala apa-apa. Namun sebulan berjalan, ia mulai merasakan gejala demam, kemudian bagian payudaranya melebam. Bahkan, bagian payudara yang disuntik filler berlubang dan mengeluarkan cairan berupa nanah.

Keadaan tersebut membuat D khawatir. Kemudian D berinisiatif untuk konsultasi kepada dokter. Ia lalu menjalani perawatan kurang lebih selama tiga bulan, dan menjalani operasi.

"Perawatan tiga bulan itu saya sembuh, tapi belum sembuh total. Kemarin, setelah selesai operasi baru gak demam menggigil lagi," ungkapnya.

Saat ini, dirinya masih harus menjalani perawatan secara rutin ke dokter spesialis. Sebab masih ada sisa-sisa cairam silikon pada payudaranya, dan harus dioperasi supaya bersih.

Meski rutin kontrol ke dokter spesialis, namun hal tersebut tak membuat kondisinya bakal pulih. Ia harus melihat prospek selama enam bulan kontrol, apakah kondisi membaik atau memburuk.

Jika memburuk, harus dilakukan tindakan secara serius. Namun jika membaik, perlu dilakukan tindakan lanjutan untuk menghilangkan bekas luka pada payudaranya itu.

"Kita harus laser juga. Tidak seperti kaya awal-awal lagi lah. Ya sudah sedikit cacat, perlu dilaser," ucapnya.

[page-pagination]

Selama menjalani perawatan ke dokter spesialis, D mennggunakan uang pribadi untuk melakukan operasi. Total sudah Rp 50 juta uang yang ia keluarkan selama berobat.

D sempat meminta tanggung jawab kepada pelaku kala itu. Pelaku pun sempat ingin tanggung jawab, tapi tidak bisa sepenuhnya. D pun memberikan waktu dua minggu kepada pelaku.

Namum selama dua minggu, pelaku tidak ada kabar sama sekali. D mencoba menghampiri ke kediaman pelaku, namun pelaku sudah tidak ada alias kabur.

"Saya sih gak nyari. Karena kalau pelaku gak tanggung jawab, maka diserahkan ke pihak berwajib aja," paparnya.

"Karena dia kabur, saya laporkan ke Polres Metro Jakarta Barat. Tidak lama, pelaku ditemukan," sambungnya.

Meski saat ini pelaku sudah tertangkap, namun kejadian tersebut membuat D merasa terpukul dan menyesal.

D sendiri mengaku awalnya tak ada niat suntik filler payudara. Ia merasa tertarik dengan ajakan temannya, setelah melihat foto-foto testimoni dan hasilnya bagus.

Wanita yang dulunya berprofesi sebagai model dalam platform media sosial ini, mengaku sangat menyesali perbuatannya itu. Bahkan, ia bersama temannya itu sempat putus asa. Apalagi saat masih dalam keadaan sakit dan mengalami gejala demam. "Kalau saja waktu bisa diulang, gak akan ngerasain ini," keluhnya.

Untuk itu, ia menghimbau agar para wanita bisa lebih berhati-hati dengan adanya praktik filler payudara abal-abal ini. Jika memamg ingin melakukan filler payudara, sebaiknya konsultasi dengan dokter yang tepat dan sesuai bidangnya.

Yang pasti, jangan terpengaruh dengan promosi maupun ajakan teman yang menawarkan suntik payudara dengan harga terjangkau. "Ke depan, semoga dengan ada kejadian saya ini, tidak ada lagi kejadian seperti ini," tandasnya. (Cr01).

Editor: GusMif
    Bagikan:  

Berita Terkait